Ketika Waktu Terus Berjalan

Penulis: Joko Setyono, S.Pd., M.Si. | 23 Jan 2026 | Pengunjung: 234
Cover
Ibra duduk di tepi ranjang sambil menatap seragam sekolahnya yang tergantung rapi di dinding. Jam menunjukkan pukul empat tiga puluh pagi. Dari mushala dekat rumahnya, lantunan adzan Subuh mulai terdengar, memecah sunyi pagi. Ibra menghela napas panjang, lalu bangkit. Dulu, pagi seperti ini sering ia lewati dengan mata terpejam dan rasa malas. Bangun kesiangan, terburu-buru, dan akhirnya datang terlambat ke sekolah sudah menjadi kebiasaan sejak ia masuk kelas VII SMP Negeri 1 Pitu. Ia bukan anak yang suka melanggar aturan, hanya saja belum mengerti arti penting disiplin.

Namun semuanya mulai berubah sejak satu kejadian sederhana. Suatu pagi, Ibra terlambat lagi. Ia berdiri di depan gerbang sekolah bersama beberapa siswa lain. Dari kejauhan, ia melihat teman-temannya mengikuti apel pagi dengan rapi. Kepala sekolah menyampaikan amanat dengan suara tenang namun penuh makna. “Disiplin bukan untuk menyulitkan kalian,” kata beliau. “Disiplin adalah cara kita menghargai waktu, tanggung jawab, dan masa depan yang Allah titipkan.” Kalimat itu seperti mengetuk hati Ibra. Untuk pertama kalinya, ia merasa terlambat bukan hanya soal aturan sekolah, tapi juga soal tanggung jawab pada diri sendiri dan pada Tuhan. Sejak hari itu, Ibra mulai mencoba berubah. Ia memasang alarm lebih awal, tidur tidak terlalu larut, dan berusaha bangun tepat waktu untuk shalat Subuh. Awalnya berat. Rasa malas sering datang, apalagi ketika teman-temannya masih asyik bermain game hingga malam.
Tapi Ibra terus mengingat niatnya. Ia percaya, setiap usaha kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan bernilai ibadah.

Pelan-pelan, kebiasaan baru itu membentuk Ibra menjadi pribadi yang lebih teratur. Ia datang ke sekolah lebih pagi, mengerjakan tugas tepat waktu, dan mulai berani bertanya saat pelajaran berlangsung. Guru-guru memperhatikan perubahan itu.
“Ibra sekarang lebih fokus dan bertanggung jawab,” ujar wali kelasnya suatu hari. Ibra tersenyum malu, tapi hatinya hangat. Ia merasa usahanya tidak sia-sia.
Perubahan sikap Ibra juga terlihat dalam kesehariannya bersama teman-teman. Ia belajar bekerja sama saat tugas kelompok, tidak mudah menyerah, dan mulai terbiasa mendengarkan pendapat orang lain. Tanpa sadar, Ibra sedang mempraktikkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila: mandiri, bergotong royong, dan berakhlak mulia.

Kesempatan besar datang ketika kelasnya ditunjuk mengikuti lomba kebersihan dan kedisiplinan antar kelas. Ibra dipercaya menjadi salah satu koordinator. Awalnya ia ragu, takut tidak mampu. “Tugas itu amanah,” pesan gurunya. “Jalani dengan disiplin dan tanggung jawab.”
Ibra menjalani perannya dengan serius. Ia mengatur jadwal piket, mengingatkan teman-temannya dengan cara yang baik, dan memberi contoh langsung. Ia tidak lagi hanya menyuruh, tetapi ikut bekerja.

Hari penilaian pun tiba. Kelas mereka dinyatakan sebagai juara pertama. Sorak bahagia memenuhi ruangan. Ibra terdiam sejenak, lalu tersenyum. Ia sadar, keberhasilan itu lahir dari kebersamaan dan kedisiplinan.
Malamnya, setelah salat, Ibra berdoa dengan hati yang penuh syukur. Ia menyadari bahwa disiplin bukan sekadar kebiasaan baru, melainkan jalan menuju keberhasilan dan kedewasaan.

Kini, Ibra masih siswa kelas VII yang sederhana. Ia belum tahu pasti akan menjadi apa di masa depan. Namun satu hal yang ia yakini: selama ia menjaga disiplin, berusaha jujur, dan mendekatkan diri kepada Allah, langkahnya akan selalu memiliki arah.

Di SMP Negeri 1 Pitu, Ibra belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil—dan dari kesadaran untuk menghargai waktu.

𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻 :
1. Bagaimana kepribadian awal siswa yang Bernama Ibra dalam kesehariannya
2. Apa yang menyebabkan sikap Ibra sehingga menyebabkan perubahan sikap dalam kehidupanya ?
3. Sebutkan 3 sikap atau sifat yang mencerminkan seorang pelajar sesuai profil pelajar Pancasila!
4. Apakah kunci keberhasilan yang harus kita kerjakan untuk mencapai kesuksesan masa depan ?

Komentar

bagas 2026-01-30 08:26:21

keren banget

← Kembali ke Daftar Artikel